Pages

Ingin Cepat Malah Tersesat


Beberapa pekan kebelakangan media kita dihebohkan dengan padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, mendadak terkenal. Awalnya adalah penangkapan pendiri padepokan, Taat Pribadi Dimas Kanjeng (46), atas dugaan pembunuhan. Isu kemudian meluas pada mitos 'kesaktian' Taat Pribadi dan dugaan praktek penggandaan uang secara gaib yang dilakukannya. 

Nampaknya masyarakat kita masih sangat percaya dengan hal-hal yang berbau klenik, korban penipuan pun kerugian yang dialaminya tidak sedikit. Polisi hingga kini masih menginventarisir orang-orang yang menjadi korban dalam kasus penipuan bermodus penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. 

Pemberitaan media terhadap Dimas Kanjeng Taat Pribadi pun sangat santer, belum lagi meme yang dibuat netizen seolah menambah riuh pemberitaan Dimas Kanjeng. Padahal jauh sebelum Dimas Kanjeng ditangkap saya sudah sering melihat video di you tube atau media sosial facebook orang yang sedang menggandakan uang, namun saya tidak tau siapa orang nya, akhirnya melalui penangkapan yang dilakukan polisi terhadap sosok Dimas Kanjeng inilah saya baru tau oh Dimas kanjeng rupanya yang sempat vidionya beredar itu.

Siapa pun ia Dimas Kanjeng seolah masih menjadi potret buram cara berfikir orang Indonesia yang memiliki metal ingin serba instan, alih-alih ingin mendapatkan untung besar dari hasil lipat ganda uang malah buntung yang didapat. ini membuktikan bagaimana dorongan rasa tamak itu membutakan rasio, jalan pintas dan instan pun jadi pilihan untuk mewujudkan nafsunya.

Ibarat pepatah panas setahun punah oleh hujan sehari. Derita puluhan tahun begelut dengan peroleh dana cair kini sembuh dengan tiba-tiba, namun apa daya ternyata itu cuman tipu daya Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang akhirnya bukan uang ganda berkali lipat tapi buntung yang didapat. Inilah pelajaran berharga buat kita.

kuyen kuyasakti

Rakyat jelata yang haya ingin berbagi informasi.

No comments:

Post a Comment